Saturday, July 24, 2010

ANOTHER SUMMER MOVIES

I never watched the Avatar on tv, so i really have no idea what i should write about this movie. Terlepas dari keterkaitan karakter di anime-nya dan human movie-nya, i think it's kinda good untuk menghibur di kala weekend. Kemunculan si vampire Twilight di film ini juga lumayan menghibur mata. hehe.. Lumayan laah buat hiburan. Ternyata juga film ini baru Book 1. Fiuh..


Si garam yang berwajah manis ini akhirnya muncul juga setelah sekian lama menantikannya. Jika ada yang ngeh, Salt sempat disebut sebagai "Mata Hari" di film ini karena karakternya sebagai double spy, sama seperti Mata Hari, seorang wanita keturunan Indonesia yang juga pernah menjadi mata-mata untuk 2 negara dan akhirnya bernasib tragis. Film Salt banyak menampilkan adegan banting-bantingan ala Angelina Jolie. Inti ceritanya juga seru, dan sepertinya akan dibuat sekuelnya bila kita lihat end of storynya. Asik ditonton buat hiburan!
Brilliant.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan ada science fiction movie dengan konsep agak sinting seperti ini. Salah satu asyiknya menjadi seorang penikmat film adalah kita bisa menikmati imajinasi seseorang yang kita sendiripun tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa imajinasi seperti itu memang ada (good job, Mr.Nolan!). Tidak ada sihir di dalam film ini, karena semua kejadian aneh yang ada, hanyalah ada di mimpi semua pemainnya. Well, bukankah sering kita mimpi sangat aneh? Konsep yang dibawa oleh Inception, lebih tepatnya yang dibawa oleh karakter Marion Cotillard mempunyai satu pesan yang terdengar indah, " no matter how beautiful your dream is, you have to see and deal with the reality". Jangan terlena oleh mimpi. :)
Satu hal yang menurutku paling menarik di film ini adalah penggambaran efek zero gravity yang luar biasa hebatnya. It was amazing. Bagaimana 4 orang yang sedang tidur dan mengawang-awang di udara, bisa diikat dan dimasukkan ke dalam elevator. Sosok Joseph Gordon Levitt pada saat itu sangatlah tidak mudah untuk dilupakan. Bahkan setelah download Inception original score dari Hans Zimmer, dialah yang pertama kali muncul di kepalaku. hahaha.. God, that scene was unbelievable. Berat, but 100% worth to see. Trust me.
Dari dulu aku sangat susah membedakan mimik muka Nicholas Cage. Sedih, senang, susah, marah, semuanya sama. Tidak terkecuali di film ini. Penampilan Jay Baruchel yang bersuara agak cempreng lumayan membuat terhibur, walaupun sempat agak merem melek di tengah-tengah film. hehe.. Generally, jalan ceritanya tidak perlu dipikir terlalu dalam, karena ini hanyalah hiburan semata yang mungkin setahun ke depan, kita mungkin tidak ingat lagi judul film ini. Yang pasti, nilai plusnya adalah Monica Belucci yang memang selalu tampil mempesona. She's a very gorgeous and talented actress. Sayangnya, peran antagonis Sun-Lok hanya sedikit sekali, padahal dia berpotensi untuk mengalahkan sang apprentice. Huff..
OMG, aku pengen boneka Minions!!! Tapi yang bermata dua ya, soalnya yang mata satu agak scary. hehe.. They are sooo cute. Giginya juga lucu banget. (^0^) Ok, let's get back to the review. Aku hampir selalu memberikan review yang lumayan bagus untuk sebagian besar cartoon movie yang minimal memiliki satu scene yang bisa membuatku berkaca-kaca. Despicable Me sangat-sangat menghibur. Aku masih ingat ketika nonton film ini, di kursi paling pojok ada seorang anak laki-laki masih SD yang tidak berhenti ketawa sambil berbicara sepanjang film dan tidak berhenti mengomentari hampir semua dialog yang ada. Was that irritating me? NOPE. He's just a kid and cartoon might be one of his part of life. So, let him do that :) Bisa dibilang, inti dari film ini adalah sebuah kasih sayang bisa membuat seseorang yang berhati besi menjadi orang yang lebih baik. Sweet kisses for all of the mini minions!

Labels: