Thursday, May 27, 2010

MOVIES FOR THIS WEEK


Ok, Jake, you played better than I thought. You looked good as the Prince of Persia. You had nice fights and nice smile. Noooo, kenapa film ini harus bagus sih? Walaupun bukan yang terbagus, tapi alurnya bisa banget diikutin. Agak belibet dan sedikit mengagetkan di akhir cerita, tapi it was a nice movie, indeed. Ada si Ben Kingsley, yang main jadi dokter gila di Shutter Island. Aku kok suka ya jalan ceritanya Prince of Persia. Aneh gimanaaa gitu. hehehehe.. Intrik-intrik keluarga sih udah biasa, tapi yang paling ngena adalah di saat si Dastan ngomong, "You already have love, family, and honor. Is that not enough for you?!". Damn..i should give my thumb for this movie.

Bener gak siy kalo film ini sepertinya adalah prekuel dari film Robin Hood yang dulu banget sama Kevin Costner ? Yang pasti siy, end of storynya mengatakan seperti itu, bahwa Robin Hood mulai saat ini dianggap sebagai outlaw. humm... Film ini tidak sebegitu "mengerikan" bila dibandingkan dengan perkiraanku sebelumnya. hehe.. Ketemu lagi sama si Max von Sydow yang maen di Shutter Island. Dia emang keren kalau main. Scene sedih di Robin Hood ini juga di saat dia harus mengetahui bahwa anak laki-lakinya tewas di hutan belantara pada saat harus mengantar mahkota raja. Well, sebenarnya aku paling bingung kalau harus bikin review untuk film-film kolosal seperti Robin Hood. Mungkin bagi penggemar film umumnya, ini tergolong biasa aja kali ya.
Lamaaaa banget gak nonton film-film teenager. Keluar juga deh film Kick-Ass. Seorang anak SMA yang pengen banget jadi superhero dengan kemampuan pas-pasan, jadinya apes mulu tuh anak. hehe.. Coba kalau gak ada si Hit Girl, bisa-bisa dia udah entah ke mana diapain sama si D'Amico (gak tega juga ngomongnya). Pesan dari film ini : jangan sembarangan berambisi, karena bisa-bisa malah kita yang kena sial duluan, apalagi kalau gak ada side-kick. Be a good student. Follow your real dream and chase it! Get real, okay.
Setelah dirilisnya Shrek the Third, aku mulai berpikir bahwa sudah saatnya Shrek pensiun dari dunia layar lebar. Ternyata ada ke-empatnya! Wow! Tanpa berpikir panjang, aku langsung ke bioskop. hehe.. Penasaran dengan apa yang akan dialami lagi oleh Shrek, di film ke-empat ini, meaningnya bagus sekali. Shrek yang bosan dengan rutinitas kesehariannya sebagai Bapak 3 anak, menginginkan untuk kembali menjadi ogre yang paling ditakuti seperti dulu. Dia meminta seorang penyihir jahat untuk memberikan 1 hari yang sesuai dengan keinginan Shrek. Permintaan pun dikabulkan. Alhasil, beginilah nasib orang (eh ogre) yang tidak mensyukuri nikmat hidupnya. Satu hari itu menjadi satu hari yang sangat-sangat berat dan bahkan lebih buruk dari yang ia bayangkan. Ia harus menjalani hari itu dengan sangat berat. Ia bahkan hampir tidak bisa kembali ke hidup sebenarnya karena kelicikan si penyihirnya. Aku suka dengan apa yang ingin disampaikan di film ini, bahwa hidup kita sekarang adalah hidup yang memang paling bahagia untuk kita, dengan segala kesusahan dan kesenangan yang ada. Lihatlah bagaimana Shrek pontang panting untuk mengembalikan hidupnya. Be greateful of what you've got today. Work harder to be happier, and love our family and people who you think they are real friends for you.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home